- We can never control everybody’s opinion of you. Whatever we do, whatever we say, people will judge, either fairly or harshly. Don’t sweat this small thing. Don’t let it ruin our day.
- We’re the only one who can really identify our priorities in life. Our happiness will be made up of the choices that we make in life. If we’re not sure about something, say no to it.
Monday, September 26, 2016
its okay to say No
Tuesday, August 30, 2016
Belajar Membaca
Yuhuuuu....lama ga coret coret disini....
Mumpung kegiatan belum padat yuk lah cerita cerita sedikit.
Minggu ini tiba tiba aja Saka ngajak belajar membaca,,,,,nah kesempatan lah ini. Mulai ubek ubek internet cari metode balajar baca yang cocok. Banyaaaak ya ternyata hihihi.
Tapi akhirnya kami putuskan pakai metode belajar baca dengan kata dan suku kata.
Iam a lucky mom, kenapa? Ya karena saya ini tipe emak males, ngikutin aja apa yang jadi minatnya saat itu, jadi lebih enjoy ngejalaninnya ga pake maksa si anak buat menyukai kegiatan yang mungkin saya suggest plus energi "meminta" lebih bisa di minimalkan lah ya hihihi.
Balik lah ke soal belajar membaca, step step yang saya pakai:
1. Sediakan waktu luang, waktu yang bener bener luang, no TV, no gadget dan ga lagi buru buru plus keadaan hati masing masing ( pengajar dan yang akan diajar ) in the very good mood. Kenapa? Karena menurut kami belajar harus fun, belajar harus yang kita sukai dan kita minati.
2. Tanya anak kapan siap belajar, kenapa? Karena Saka belumpunya jadwal khusus untuk belajar dan yang saya yakini adalah ketika anak punya keinginan maka komitmen will followed. Proses belajar mengajar pun lebih smooth.
3. Singkirkan energi meminta, apaan ini? Energi yang diam diam menyusup di diri emak emak ketika kita mengajarkan sesuatu ke anak, pengen si anak cepet bisa lah, pengen si anak sepintar ibu lah, dll. Let it flow....kita nikmati prosesnya, karena setiap anak unik, proses belajar juga demikian. Kalo belajar nya fun maka anak akan senang belajar dan ga kapok belajar sama ibunya lagi. Belajar sambil marah marah is so yesterday lah hihihi.
4. Kenalkan abjad, kenalkan anak pada semua huruf huruf sampai hafal dan acak untuk me make sure mereka hafal.
5. Kenalkan suku kata, setelah anak kenal huruf, masuk tahap berikut suku kata. Contohnya : ba ca da fa wa ya ga ya, dll dan ini di acak acak semua huruf sampai anak hafal, jangan beralih ke kata jika suku kata belum hafal.
6. Kenalkan kata, baru setelah suku kata hafal, maka beralihlah ke kata yang di susun dari suku kata yang sudah mereka hafal. Contohnya papa gaya baca, dll
7. Kenalkan 2 kata, tahap berikutnya setelah 1 kata maka ke 2 kata dari 1 kata yang sudah mereka hafal di tahap 6. Contoh : papa baca, gaya waya, dll.
8. Lanjutkan ke jumlah suku kata yang lebih banyak.
9. Apresiasi setiap kali anak bisa, pentiing ini dan ternyata its work membuat suasana belajar lebih semangat, anak senang karena dari mereka tidak bisa dan menjadi bisa ternyata di hargai. Pengajar pun juga ikutan happy melihat yang diajar bisa dan bahagia hihihi.
Sementara ini Saka masih pada step 2 kata, dan belajar kami hanya beberapa menit saja setiap hari but its fun.
Selamat belajar membaca......
Love,
R
Monday, May 2, 2016
Memperkenalkan Pekerjaan Rumah Tangga ke Anak
Udah lama pengen ngajarin dan membudayakan tahu pekerjaan rumah tangga ke Saka, tapi karena kesibukan pekerjaan di luar rumah jadi nya baru beberapa hari ini kesampean. Mumpung libur kerja saatnya "menanam sesuatu" hihihi.
Kalo budaya kluarga kami, karena tidak memakai jasa asisten rumah tangga, jadi semua pekerjaan rumahtangga saya dan suami yang kerjakan sendiri.
Setiap malam tugas saka menyalakan ac kamar dan menyiapkan bantal guling untuk tidur, pagi nya mematikan ac dan merapikan bantal guling. Ngelipet slimut tugas saya karena lumayan besar.
Dan hari ini Saka mulai belajar mencuci perlatan makan, minum dan kotak bekalnya sendiri.
Reaksi Saka gimana?
Ehhmmm...anak anak tuh rasa ingin tahu, ingin membantunya itu besar sekali ya, jadi pas saya ajarkan itu semua ya seneng senang aja malah menawarkan mencuci piring lain hehehehe. Tp sekarang cukup mencuci peralatan dia sendiri saja.
Sebenernya ga sulit ngajak anak anak mengerjakan pekerjaan rumah tangga, karena dasarnya mereka ingin tau jadi tinggal kita arahkan saja mana yang bisa mereka kerjakan sesuai kemampuan mereka dan beberapa hal ini:
1. Mencontoh
Children see, children do. Udah sering lah di bahas soal ini ya. Yang intinya kalo mau anak berbuat seperti apa yang kita inginkan maka ya berilah contohnya. Jangan minta anak bantu cuci piring eeh kitanya ga pernah cuci piring :))
Anak tuh nganggep apa yang di lakukan ortu mereka adalah keren, makanya mereka adalah fans berat kita.
2. Jangan berharap berlebihan
Jatuhnya sakit hati nanti kalo ngarepnya berlebihan hihihi. Setelah kita kasih tau cara mengerjakan sesuatu maka berilah kesempatan mereka melakukan sendiri. Standard kita singkirkan, jangan berharap langsung sempurna, bertahap nanti mereka akan bisa.
3. Pujilah
Jangan pelit memuji, tapi yang tulus ya. Kalo mereka melakukan hal yang keren brarti memang layak mereka mendapat pujian. Kita juga happy dan anak juga merasa di hargai atas apa yang mereka lakukan.
Ada tips lain dari emak emak? Monggo di tambahkan ;)
Love,
R
Si Upil
Ayah, kenapa sih kalo bangun tidur itu kita ada upilnya....naaaah looooh ternyata pentingkan kita tau proses terbentuknya upil hihihi, di tanyain loh sama anaknya.
Ga di duga duga lagi waktu pertanyaannya, jadi selalu persiapkan diri anda setiap saat biar ga gampang kejengkang hahahha.
Jadi deh ayahnya menjelaskan proses terjadinya upil dari debu debu yang masuk ke hidung dan di saring bulu bulu hidung akirnya menjadi gumpalan gumpalan kecil dan diem di hidung, biar ga masuk ke saluran nafas, ini ngejelasin sambil mandiin Saka wekekeke. Pertanyaan apapun hayuk aja lah, ga ada pertanyaan yang di labeli jorok, tabu, aneh, atau konyol.
Bersyukurlan kalo anak kita mau menjadikan kita sumber dari pemecah rasa ingin tahunya, daripada mereka lebih suka tanya ke temen atau orang lain yang belum tentu bertanggung jawab atas jawabannya.
Love,
R
Friday, April 29, 2016
Pertanyaan Anak Anak
GNamanya juga anak anak, pasti ada aja yang dijadiin bahan pertanyaan. Bahkan pertanyaan pertanyaan di bawah ini tidak pernah saya pikirkan untuk mempertanyakannya ke orang tua atau guru saya. Ini nih contohnya
Bunda : tadi kegiatan apa aja di sekolah?
Saka : modelling, makan, terus nyanyi.
Bunda : nyanyi lagu apa aja?
Saka : lagu bintang sama ambilkan bulan bu *sambil nyanyi ambilkan bulan bu*
--tiba tiba berhenti nyanyi dan bertanya--
Saka : emang ibu ibu bisa ya ngambil bulan?
Bunda *kejengkang* eehem.....ya enggak juga, itu perumpamaan aja di lagu itu menganggap ibu nya super hero yang bisa melalukan apa aja.
Saka : kalo mau ambil bulan ya ibunya jadi Astronot lah
Bunda : hahahahaha ya ya ya bisa jadi bisa jadi sebenernya ibu dalam lagu ini adalah seorang Astronot. Tapi Astronot pun juga ga bisa ambil bulan yak hihihi
Dulu saya kecil nrimo nrimo aja dengan semua lirik lagu yang ada, tidak ada keanehan yang patut saya pertanyakan. Ternyata beda efeknya lagu ini ke Saka hihihihi.
Adalagi nih pertanyaannya....kali ini dia tanya ke Ayahnya
Saka : boleh ga kalo bendera kita itu duluan yang putih lalu merah yah?
Ayah : ya ga boleh, soalnya bendera Negara kita merah putih, ga bisa di ganti warna.
Bunda diam diam mikir lagi, iya ya dulu saya juga nrimo nrimo begitu saja dan ga pernah tanya warna bendera Negara kita ini bisa di rubah atau sudah paten.
Beda jaman, beda type, beda cara berpikir, beda lingkungan dan masih banyak beda beda lainnya. Berbeda dari kebanyakan bukan berarti aneh juga kan. Biar ga ketinggalan jaman memang harus terus update biar ga gampang kagetan dengan pertanyaan pertanyaan sederhana yang ternyata ga pernah ada di pikiran saya. Dari situasi ini saya belajar beberapa hal:
1. Untuk tidak menertawakan pertanyaan anak ( ini usaha sangat keras, karena saya suka spontan ketawa )
2. Jawablah pertanyaan anak sesuai fakta, jangan di beri jawaban asal apalagi hasil karangan ortu karena males mencari tahu.
3. Jangan marah, sebel, kesel, bete karena menganggap pertanyaan anak ga penting, apalagi menganggap remeh dan ga perlu di jawab.
4. Selalu sambut pertanyaan mereka dengan antusias, sekalian lah ortunya belajar kalo memang ternyata pertanyaan mengharuskan kita untuk mencari tahu.
5. Tidak selamanya ortu atau Guru itu benar, bisa jadi memang anak kita punya pendapat yang benar, jadi berfikir terbuka dan ga kolot its a must.
6. Never say " i dont know " Kalo mentok belum tahu jawabannya ya brati memang saya bilang belum tahu saat ini dan akan kita cari tahu jawabanya sama sama.
Tenang masih banyak jalan menuju " tahu " jangan sedih karena ada google dan buku dan teman teman seperjuangan yang akan membantu.
Love,
R
Thursday, April 21, 2016
Mari Berenang
Anak anak biasanya secara alami tertarik dengan air dan kolam. Nah ini Saka banget, mandi aja lamaa karena pakai acara berendam setelah mandi. Tiap kita ajak ke kolam renang bisa ber jam jam bermain air.
Jadi daripada cuma berendam dan main air aja, akhirnya saya tanya apakah pengen bisa renang, ternyata dia mau. Sekarang sudah sekitar 45 hari dia belajar berenang 2 x dalam seminggu di klub yang ga jauh dari tempat tinggal kami.
Bukan biar kece ikutan renang, tapi saya lebih fokus ke beberapa hal ini:
1. Lebih sehat
Renang bisa menyehatkan paru paru, melancarkan sirkulasi darah dan kekuatan otot. Bonusnya habis renang pasti makan lahap hihihihi
2. Olahraga sepanjang masa
Bisa berenang dari kecil berarti sampai besar atau tua nanti juga pasti akan tetap bisa berenang....bonusnya siapa tau nanti bisa nularin ilmunya ke adek atau temennya nanti hihihihihi
3. Menyenangkan
Jelaaaass...anak mana yang ga suka main air. Bahkan sesi belajar renangpun dianggap sebagai bermain bonus belajar. Bisa ber jam jam mereka ga kelar kelar dari kolam renang.
Love,
R
Friday, April 8, 2016
Pengusaha
Jadi ceritanya saya pusing liat tumpukan boneka di kamar Saka, ga pernah di pakai jadi debuan. Harus rajin rajin laundry, sementara saya ibu yang ga rajin, itu masalahnya hihihi.
Akirnya saya bilang ke Saka gimana kalau bonekanya di kasih ke temen temen yang mau terus nanti di kamar Saka kita ganti sama buku buku cerita aja. Dan Saka setuju.
Beberapa hari setelah percakapan itu ketika kami dalam perjalanan pulang menjemput dia dari rumah Uti, dia punya ide kalo boneka boneka nya mau di jual aja murah, 2 ribu dan 5 ribu dan 10 ribu......
Oooh wooowww saya pribadi sih amajing medengar ide nya. Lalu saya tanya nanti kalo ga ada yang beli gimana, Saka bilang " gak apa, nanti aku jualan Sabtu, Minggu, aku jualan setiap hari kecuali Nyepi aku ga jualan "
Hahahaha iya deh, intinya terus berusaha lah ya. Lalu terakhir dia bilang " nanti aku kasih kasih juga ke Aliya, kak Nabila sama Daphney " ( temen main nya ).
Dari sini saya cukup tahu bahwa dia tau kalo jualan belum tentu laku ( mulai sanggup kecewa ), tapi tetep berusaha jualan, mikir gimana caranya biar bonekanya laku, dan ga takut bagi bagi juga.
Sore ini Saka mulai jualan, harga boneka kecil 2.000 dan besar 5.000. Dia sendiri yang nulis angka harganya, saya bantu nempelin di bonekanya.
Pembeli pertama jelas sahabat setianya kak Nabila dan Alya hihihihi....
Jadi belajar juga nih dari anak anak yang mendukung usaha temennya, ga pake nawar, ga pake ba bi bu. Tanya harga, sesuai kantong dan langsung bungkuuuusss.....
Iam a proud mom and also proud tetangga, punya tetangga tetangga yang mau saling sapa dan main bareng.
One day ini akan jadi cerita pas mereka besar nanti hihihihihi.....
Love,
R
Tuesday, February 23, 2016
Sepatu Bertali
Jadi ceritanya kami ini ( saya dan Saka ) hobi banget window shopping sepatu, ya walaupun ga beli tapi sudah cukup senang coba mencoba hihihihi. Sampe akhirnya ada sepatu lucu bertali yang Saka pengen beli, tapi saya bilang nanti saja kalau Saka udah bisa menali sepatu biar ga nyusahin Guru atau temen. Dan dia setuju buat menunda membeli sepatu itu.
Sampai akhirnya beberapa hari lalu dia menunjukan bahwa dia bisa menali sepatu, saat itu dia praktek pakai tali guling hahahaha. Saya tanya Saka belajar darimana, dia menjawab Saka belajar sendiri....bisa jadi belajar dari sekolah atau melihat teman, karena saya sendiri bahkan belum pernah mengajarkan dia menali sepatu. Yang dia pakai sekolah selama ini adalah sepatu tanpa tali dengan alasan biar memudahkan dia pada saat harus melepas dan memakai sepatu lagi tanpa menyusahkan atau meminta bantuan orang lain ( bemper ya emaknya Saka hihihihi ).
Naah kan jangan meremhkan kemampuan anak. Karena dari menali guling ini saya anggap benar dan siap memakai sepatu bertali, brati saya wajib memenuhi janji donk ya untuk membeli sepatu bertali yang dia pengen.
Begitu terbayar sepatunya, dia langsung praktek cara dia menali sepatu. Lama? Iya aga take time menunggu dia menali sepatu, however this is the process for Saka to tie up the shoes like a pro, right? Ofcourse right, a master always start as a biginer. Just give them a chance.
Saya tanya besok kalau Saka lama menali sepatu pas di sekolah lalu di tinggal teman teman main duluan gimana? ( emaknya kepo nanya nanya mulu nih ) dia jawab " gapapa, aku tali aja dulu ga minta tolong miss, kan aku anak mandiri " aaaaah ini jawaban manis amat yaak. Malah lebih kepo lagi emaknya nanya " anak mandiri itu kayak gimana?" Dia bilang anak mandiri itu yang ga nyusahin orang lain, bisa melakukan sendiri tugasnya" aw aw aw aw aw langsung traktir es krim laah nih anak kalo jawabannya begini hihihihi.
Beginilah cerita soal sepatu bertali aja bisa sampe panjang gini ya, emak emak mah kalo ga ngomong panjang lebar kurang lengkap harinya.
Yesterday night was complete belajar sama anak:
Put yourself in your child shoes ( bukan karena soal tema sepatu ya hahaha ).
Always give them a chance to explain their behaviour and necessary to understand their point of view
Be patient, kurangin expect our child to change overnight, dan kurangin juga expect ke diri kita bahwa kita harus jadi perfect parents ( perfect di mata orang lain juga wekekeke ) dan segala sesuatu memang butuh proses. Proses ini juga yang bikin kita habis kesabaran yaa....lalala marilah kita belajar sabar untuk sebuah proses, PR !!!
Love,
R
Thursday, June 25, 2015
Menghitung
4 tahun 7 bulan dan surprise dia bisa tambah tambahan sampai 10, ya kaget lah orang kita ga pernah ngajarin dia.
2 hari lalu si Ayah cerita kalo sebelum berangkat kerja, Saka tanya matematika itu apa. Nah dia tau tentang kata matematika ini dari temen temen main yang udah pada usia SD. Si Ayah ngasih taunya matematika itu tentang berhitung dan lalu di kasih contoh berhitung tambah pakai jari jarinya, karena sebelumnya Saka memang sudah bisa berhitung sampai 10.
1 x si Ayah kasih tahu tentang tambah tambahan menggunakan jari jari sampai 10 dan ketika di tanya tentang pertambahan ini dia bisa dengan benar menghitung dan menyebutkan hasil tambahnya, amazing.
Amazing disini bukan lalu membuat kita langsung napsu nyekokin dia dengan materi hitung hitung yang lebih rumit biar " keren ", tidaaak kami hanya kagum saja karena ketika kita tidak memaksakan akan sesuatu untuk di pelajari anak ( demi memuaskan ego ortu kebanyakan ) malah keinginan untuk tahu dan keinginan untuk bisa datang dari anak itu sendiri.
Karena kami yakin semua manusia itu adalah pembelajar. Kita hidup, tumbuh dan berkembang karena kita tidak pernah berhenti belajar.
Love,
June 25, 2015
Wednesday, June 3, 2015
Inisiatif
Dua hari ini motor saya bermasalah, tidak bisa starter menggunakan tangan, dan ketika bermotor sama Saka, beberapa kali juga minta bantuan orang untuk menyalakan motor secara manual menggunakan starter kaki karena belum sempat ke bengkel untuk memperbaiki.
Nah kejadian 2 hari lalu membuat saya terharu hampir mewek dibuatnya. Hari itu libur kerja dan berniat ke bengkel, sebelum suami berangkat kerja, dia sudah memposisikan motor siap starter manual menggunakan kaki, tapi ternyata starter kaki tidak semudah yang saya bayangkan. Mencoba beberapa kali dan gagal, Saka merasa iba, muka dia terlihat sedih, walaupun saya sudah berusaha tertawa (menertawakan kegagalan starter manual ), Saka bilang supaya kita minta tolong papa Ajun aja ( papa teman bermain, anak tetangga ) tapi saya bilang let me try again, kita berusaha dulu ya siapa tau akhirnya bisa *ngomong sambil ngerasain kaki pegel akibat starter*.
Beberapa kali gagal starter makin membuat Saka iba melihat saya yg keukeh mencoba terus, lalu dia suggest lagi agar minta tolong papa Jeden aja ( papanya temen Saka bermain juga ), tapi saya bilang one more let me try *teutep keukeh*. But.....tiba tiba dia pamit mau main sama temen teman dulu, dan saya mengijinkan sambil menunggu berhasil starter motor.
Dari jauh saya dengar Jeden bertanya kenapa Saka belum berangkat, dan di luar dugaan Saka menjawab " motor mamaku ga bisa di starter, susah. Papi kamu bisa nolongin ga" aaaaiiihhhh siapa yang ga kaget di buatnya, she is my 4th years old and she know how to handle this bad situation. Terharuuu dibuatnya, dia ga tega ngeliat bundanya kesusahan.
Dan di hari yang sama, Saka kedatangan Vale, teman bermain, anak dari teman saya. Saka baru masuk rumah bersama anak tetangga, begitu dia tahu Vale ada di rumah dan saya meminta dia mengajak Vale main bersama anak tetangga, di luar dugaan Saka memeberi kesempatan Vale dan anak tetangga buat kenalan dahulu, tidak berhenti di situ, Saka meraih tangan Vale dan Nabila lalu memperkenalkan bahwa ini Vale dan ini Nabila....lalu mereka bertiga main bersama....ooohhh dear what a wonderful momment.
Iam blessed having you as my child, you are my amazingly fabulous fun and fearless women tobe and iam sure u will.
Love,
3rd June 2015
Sunday, February 1, 2015
Budaya Salim ( cium tangan )
love,
"Frozen" teach me something...
Can’t hold it back any more.
Let it go, let it go!
Turn away and slam the door.
I don’t care what they’re going to say.
Let the storm rage on.
The cold never bothered me anyway.
- Bergaul lahir batin dengan anak, bukan Cuma hadir fisik aja buat anak, tapi hadirlah secara secara batin juga seperti kita ada untuk sahabat.
- Kalau gaul lahir batin udah lulus, maka jadi ortu yang asik akan segera nyusul, biar anaklebih memilih cerita ke ortu daripada memendam atau lebih pilih cerita ke temen.
- Jadi tauladan dan bukan Cuma bisa ceramah aja, biar predikat ortu rese atau predikat ortu kepo tidak sampai mampir hihihi.
Love,
Friday, January 23, 2015
Monday, October 13, 2014
Menjawab Pertanyaan Balita
Thursday, October 2, 2014
Home Made Colored Sand
Friday, September 19, 2014
Balita itu bisa membaca
Tiap jalan jalan aku dan Saka suka mengisi waktu selama perjalanan dengan tebak - tebakan warna warna yang kita liat, macam warna lampu lalu lintas, dll. Terus kasih tau logo - logo yang kita liat macam tempat makan, belanja, hotel. Akirnya dia hapal deh itu mall apa or hotel apa, lalu kita main tebak tebakan. Ya kalo Saka hapal, aku anggap itu biasa karena memang sering di lewatin.
Thursday, September 11, 2014
Menikmati pantai
12 Sep 2014,
Wednesday, September 3, 2014
Ga kepo itu godaan terbesar
4 Sep 2014,
with her own way....
Dan lanjut dia bilang " this square " sambil nunjukin bentuk square yang di buat dari rantai kalungnya
Masih di lanjut lagi nunjukin model lain dari rantai kalungnya dan dia bilang " and this triangle "




